banner 728x250

8 Pintu Rejeki Yang Wajib Kita Ketahui

  • Share
banner 468x60

Allah SWT adalah satu-satunya Zat Yang Mahapengasih dan Mahapenyayang. Dia memberikan rezeki kepada siapapun yang dikehendaki-Nya. Dia menyuruh umat manusia untuk banyak-banyak bersyukur, jangan kufur nikmat yang mana justru dapat mendatangkan murka-Nya.

Dalam hidup ini, seseorang kadang diberikan kelapangan rezeki. Sebaliknya, terkadang rezeki dirasakan sempit, sehingga orang yang lemah hatinya kemudian berkeluh-kesah. Padahal, pintu-pintu rezeki amat luas.

banner 336x280

Berikut ini adalah penjelasan Alquran tentang delapan pintu rezeki, sebagaimana dilansir dari lama resmi organisasi masyarakat (ormas) Persatuan Islam yang diakses Ahad (28/4)

Baca Juga : Jual Butuh Tanah Di Dekat Kawasan Lippo Cikarang, Cocok Buat Invest dan Kontrakan Karyawan

Rezeki yang Telah Dijamin
Dalilnya adalah Alquran surah Hud ayat enam. Artinya, “Dan tidak ada suatu binatang melatapun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” Sebagai contoh, seorang anak yatim piatu akan tetap hidup sampai besar, padahal orang tuanya telah tiada. Allah membuatnya bertemu dengan pihak panti asuhan atau keluarga lain yang bersedia mengurusnya.

Rezeki Hasil Usaha
Dalilnya adalah surah an-Najm ayat ke-39. Terjemahannya, “Dan bahwasannya seorang manusia tiada memeroleh selain apa yang telah diusahakannya.” Misalnya, bangsa-bangsa yang maju di dunia hari ini karena keuletan pemerintah dan rakyatnya dalam berusaha. Bandingkan dengan bangsa-bangsa yang miskin karena pemerintah dan rakyatnya yang kurang berinisiatif, padahal tanahnya subur

Baca Juga : Dua Pemuda Menjadi Korban Penganiayaan Di Perlintasan Kereta Api Pasar Beras Cikarang Barat

Rezeki karena Bersyukur
Alquran surah Ibrahim ayat tujuh menjelaskan hal itu. Artinya, “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” Misalnya, suatu negeri yang menerapkan syariat Islam secara utuh karena pemimpin dan rakyatnya bersyukur atas nikmat Allah. Selanjutnya, negeri itu menemukan ladang energi gas baru dengan kapasitas yang banyak.

Rezeki tak Terduga
Surah at-Thalaq ayat dua dan tiga telah menegaskannya. Terjemahannya, “Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” Misal, kondisi geografis Makkah dan Madinah cenderung gersang. Namun, siapa sangka pada abad modern ditemukan kandungan minyak yang begitu banyak di bawah tanah Arab Saudi, sehingga penduduk dua kota itu merasakan manfaat yang besar.

Rezeki karena Istighfar
Alquran surah Nuh ayat 10 dan 11 menjelaskan pentingnya memohon ampun kepada Allah. Terjemahannya, “Maka aku katakan kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Mahapengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat.” Sebagai gambaran, yakni kaum Nabi Yunus. Mereka bertaubat kepada Allah, sehingga Dia mengaruniakan kepadanya kemakmuran berpuluh-puluh tahun lamanya.

Baca Juga : Psinetron Hanna Kirana Meninggal Dunia Di Usia 23 Tahun Diduga Karena Gagal Jantung

Rezeki karena Menikah
Menikah tak sekadar sebagai jalan yang mulia untuk menyalurkan hasrat biologis. Menikah juga menyimpan hikmah bagi mereka yang berharap rezeki nan berkah. Surah an-Nur ayat ke-32 telah memaparkan hal itu.

Artinya, “Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak dari hamba sahayamu, baik laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, maka Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

Ambil contoh, pasca-hijrah dari Makkah ke Yastrib (Madinah), Abdurrahman bin Auf dalam beberapa waktu belum menikah. Setelah menikah, dia berangsur-angsur menjadi pedagang yang kaya raya lagi, seperti halnya sebelum hijrah.

Rezeki karena Anak
Anak-anak merupakan karunia Allah yang begitu besar. Keberadaan mereka juga dapat mendatangkan rezeki yang berkah. Karena itu, Alquran telah menegaskan larangan menolak hadirnya buah hati. Lihat surah al-Isra ayat ke-31. Artinya, “Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Kami-lah yang akan menanggung rezeki mereka dan juga (rezeki) bagimu.” Sebagai contoh, Nabi Yakub waktu masih muda hijrah dari rumahnya. Dia pun menjadi pengembala kambing. Setelah menikah dan memiliki 12 orang anak, justru kambing-kambingnya makin bertambah banyak.

Rezeki karena Sedekah
Dalam surah al-Baqarah ayat ke-245, Allah berfirman. Artinya, “Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.” Sebagai misal, salah seorang sahabat yang mulia, Utsman bin Affan. Dia pernah berinfak dengan hartanya.

Demikianlah, hidup seorang Muslim hendaknya tak diliputi kekhawatiran dalam urusan rezeki. “Kalaulah anak Adam lari dari rezekinya, sebagaimana dia lari dari kematian, niscaya rezekinya itu akan mengejarnya sebagaimana kematian itu akan mengejarnya,” itulah sabda Nabi Muhammad SAW. (iswadi/red)

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.