banner 728x250

Ratusan Buruh Produksi Alat Kesehatan Di Cikarang Pusat Gelar Unjuk Rasa,, Ada Apa??

  • Share
banner 468x60

BEKASI. guecikarang.co.id – Ratusan pekerja di salah satu pabrik pembuatan jarum suntik, masker, dan alat tes covid 19 yang ada di Jalan Kalimalang, Desa Pasirtanjung, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, menggelar aksi unjuk rasa menolak diberlakukannya pengurang jam kerja, sehingga berdampak pada penghasilannya.

Aksi ratusan pekerja tersebut dipicu langkah kebijakan perusahaan yang memberlakukan pengurangan pada jam kerja karyawannya, yang berdampak dirumahkannya sebagian para pekerja. Kebijakan perusahaan, akibat hasil produksinya yang kalah bersaing dipasaran oleh produk impor dalam penanganan covid 19 di Indonesia.

banner 336x280

“Kami datang dan berunjuk rasa untuk meminta manajemen agar bisa mempertimbangkan nasib kami. Karna harus diroling jam kerja kami, dan kami harus merasakan menganggur dirumah” jelas Owie Rahmat (31), salah satu wakil pekerja kepada guecikarang, Rabu (17/11/2021).

Selain itu, meminta kepada pemerintah untuk lebih memperhatikan produk dalam negeri, agar para pekerja di perusahaan tersebut tidak terkena dampak yang lebih parah, yaitu berupa pemutusan kerja oleh perusahaan, yang tidak lagi mampu bersaing di pasar industri alat kesehatan.

“Jelas, ini kan karna produk dalam negeri tidak lagi diperhatikan oleh pemerintah yang berimbas pada nasib kami para pekerja lokal, pemerintah yang mencanangkan cintai produk dalam negeri, tapi malah nasib kami digilas produk dari luar negeri” kata Owie dalam orasinya di depan gerbang perusahaan.

Heru Purnomo, General Manager PT Sri Tita Medika mengatakan, pihak perusahaan terpaksa harus mengambil kebijakan memberlakukan jam kerja bagi ratusan pekerjanya, karna sepinya permintaan terhadap hasil produk jarum suntik, masker, serta alat tes covid 19 yang dihasilkan pabrik tersebut.

Ia mengaku, sejak dua bulan terakhir sudah mengambil langkah tersebut, lantaran sudah tidak lagi mampu menutupi biaya produksi perusahaan. Regulasi serta kebijakan pemerintah, kata Heru, belum mampu memberikan pasar bagi produk dalam negeri, sehingga sangat berdampak menurunnya permintaan pasar bagi perusahaan swasta asli Indonesia tersebut.

“Saya berharap pemangku kebijakan seharusnya ikut memikirkan dengan anjloknya permintaan alat kesehatan dari dalam negeri. ” Ujar Heru

Dirinya menjelaskan perusahaan sanggup memproduksi alat-alat kesehatan 25 juta perbulan untuk menanggulangi covid19 di Indonesia.

“Jika tidak ada solusi dari pemerintah terpaksa perusahaan akan merumahkan karyawan dan mem PHK karyawan.” Tambah nya.

Aksi tersebut berlangsung sampai dua jam, dalam aksi tersebut tiga perwakilan karyawan yang menggelar aksi demo melakukan mediasi dengan pihak perusahaan.

banner 336x280
Editor: Ipang
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.