banner 728x250

Ratusan Warga Binaan Lapas Cikarang Mengikuti Pelatihan Keterampilan

  • Share
banner 468x60

BEKASI, guecikarang.co.id – Ratusan warga binaan Lapas kelas IIA Cikarang mengikuti pembinaan keterampilan dan kemandirian di dalem program Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) bagi warga binaan. Program SAE Lapas kelas IIA Cikarang yang dinamai ‘Kampung Urip’ diresmikan langsung oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Sesditjenpas), Heni Yuwono, Selasa (29/11/2022).

“Kedatangan saya untuk meresmikan sarana asimilasi dan edukasi yang ada di Lapas kelas IIA Cikarang,” ujar Heni Yuwono, usai melakukan peresmian.

banner 336x280

Diketahui, pada progran SAE ini warga binaan melaksanakan berbagai kegiatan pembinaan, seperti budidaya ikan lele sistem bioflok, ikan koi dan ikan hias, budidaya ayam petelur, menanam anggur, hidroponik sayuran, membuat paving blok, pertanian dan berbagai macam kegiatan pelatihan keterampilan pembinaan kemandirian.

Kata Heni, program SAE itu sudah di gaungkan dari jauh-jauh hari, tetapi implementasinya Lapas Cikarang menunjukan tren yang selalu naik. Pasalnya, bukan hanya inovasi di satu bidang, misalkan pertenakan. Melainkan disini ada pertenakan ikan, ayam, pertanian, seni lukis, pertukangan kayu, dan lain sebagainya.

Dirinya menilai, ini merupakan suatu hal yang luar biasa, karena memang tujuan dalem melaksanakan pembinaan terhadap warga binaan adalah memberi bekal keterampilan, agar mereka setelah keluar dari Lapas mampu mempunyai bekal untuk bersaing di masyarakat, untuk mencari nafkah secara halal.

“Saya harapkan dengan kemampuan-kemampuan yang telah dimiliki oleh warga binaan, mereka nanti mempunyai peluang untuk bekerja diluar, apa yang dia miliki disini akan bisa bermanfaat,” ucapnya .

Pada kesempatan ini dirinya menyarankan, agar ada sertifikasi yang diakui tingkat nasional, untuk warga binaan yang telah mengikuti pelatihan. Sehingga mereka betul-betul mempunyai kriteria ahli atau pun mempunyai keterampilan yang bisa dipertanggungjawabkan.

“Ada 22 jenis pelatihan disini (Lapas kelas IIA Cikarang). Jadi ada pilihan bagi warga binaan untuk mengikuti pelatihan dan asesmen yang dilakukan oleh Kalapas,” katanya.

Ditempat yang samax Kalapas kelas IIA Cikarang, Very Johanes menuturkan, untuk menentukan warga binaan yang mengikuti pelatihan ini terutama dilihat masa pidananya. Kemudian bagaimana hasil asesmen yang dilaksanakan, karena memang ketika menawarkan suatu kegiatan pelatihan. Misalnya hanya satu jenis, ini persoalannya di niat dan minatnya, karena apabila paksakan tidak akan jadi.

“Jadi melalui asesmen kita panggil, yang jelas pidana-pidana tertentu. Apalagi dari data yang kita terima dia mempunyai besik diluar, misalnya pertukangan, kita pertajam lagi disini,” jelasnya.

Setiap tahun Lapas mendapat anggaran untuk pelatihan warga binaan dari pusat. Dari hasil asesmen yang ada, dirinya menawarkan kepada warga binaan misalkan keterampilan ini berminat apa tidak. “Ini memang harus kita pilih baik-baik, dan juga untuk sekali jenis pelatihan kita dianggarkan hanya untuk 20 orang,” jelasnya

Total keseluruhan warga binaan di Lapas kelas IIA Cikarang sebanyak 1.680, kemudian yang saat ini sudah mengikuti pelatihan hampir 250. Untuk sekarang memang sudah banyak warga binaan yang keluar, karena adanya program percepatan asimilasi di rumah dan percepatan intergrasi. Namun demikian, pelatihan harus terus nersinambungan.

“Ketika sudah mulai berkurang di satu pelatihan, kita panggil narapidana lainnya untuk regenerasi. Karena ini bersinambungan,” tuturnya. (Ipang)

banner 336x280
Editor: Ipang
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *