Cikarang Selatan – Pimpinan Pondok Pesantren Darul Ulum Jati Pilar Serang, KH Tajudin, menyampaikan informasi sekaligus tausyiah menjelang bulan suci Ramadhan kepada para jamaah sebelum Sholat Jumat dimulai. Penyampaian itu berisi hasil perhitungan awal Ramadhan menurut metode yang digunakannya di lingkungan pondok pesantren, berlokasi di Jati Pilar, Desa Serang, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jumat (13/02/2026).

Di hadapan jamaah, KH Tajudin menjelaskan bahwa berdasarkan perhitungan yang dilakukan, awal Ramadhan diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Dengan demikian, Sholat Tarawih disebut sudah dapat dimulai pada malam Kamis.
“Menurut hasil perhitungan yang kami lakukan, insyaAllah awal Ramadhan jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026, sehingga tarawih dimulai malam Kamis,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa informasi tersebut merupakan hasil hitungan internal pondok pesantren dan tidak bersifat mengikat bagi seluruh jamaah. Para jamaah tetap dipersilakan mengikuti keputusan resmi pemerintah.
“Kami tidak mewajibkan jamaah mengikuti perhitungan ini. Silakan mengikuti keputusan pemerintah dan menunggu hasil sidang isbat dari Menteri Agama,” katanya.
KH Tajudin juga menyampaikan bahwa dari hasil hitungan yang sama, jumlah hari puasa Ramadhan tahun ini diperkirakan berlangsung selama 29 hari. Perkiraan tersebut menjadi dasar penentuan Idul Fitri versi perhitungan pondok.
“Kalau sesuai hitungan kami, puasanya 29 hari dan Idul Fitri jatuh hari Jumat, 20 Maret 2026,” ucapnya.
Dalam tausyiah singkatnya, ia mengingatkan pentingnya ibadah puasa sebagai bekal kehidupan setelah dunia. Ia menilai Ramadhan adalah momentum memperkuat keimanan dan memperbaiki amal.
“Puasa itu bekal kita di akhirat. Harta yang banyak, rumah yang bagus, mobil yang banyak, kontrakan yang banyak, itu semua tidak akan kita bawa ke akhirat,” tuturnya.
Ia juga mengajak jamaah untuk tidak hanya menjalankan puasa secara formal, tetapi diiringi dengan peningkatan ibadah, sedekah, dan kepedulian sosial selama Ramadhan. Menurutnya, nilai puasa terletak pada ketakwaan dan perubahan perilaku.
Dengan penyampaian tersebut, jamaah diharapkan dapat bersiap menyambut Ramadhan 1447 H dengan lebih matang, sembari tetap menunggu keputusan resmi pemerintah melalui sidang isbat untuk penetapan awal puasa secara nasional.
Reporter : Iswadi (Jati Pilar – Serang)












