BANDUNG – Sebanyak 126 siswa Sekolah Staf dan Pimpinan Pertama (Sespimma) Polri Angkatan ke-76 Tahun 2026 menggelar diskusi lintas sektoral bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Bandung, Selasa (20/10/2026). Kegiatan ini berlangsung di Gedung Pusat Pelayanan Usaha Terpadu Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bandung, Soreang, Jawa Barat.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Kuliah Kerja Profesi (KKP) yang bertujuan memperluas wawasan para peserta didik dalam memahami berbagai persoalan pemerintahan dan pembangunan daerah.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa Sespimma Polri berdiskusi langsung dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Bandung. Sebanyak 126 peserta dibagi menjadi lima kelompok kerja untuk melakukan pembahasan dan pendalaman terhadap berbagai persoalan lintas sektor.
Adapun lima instansi yang menjadi lokasi diskusi meliputi Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (DiskopUKM), Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perdagangan, serta Dinas Lingkungan Hidup. Dalam materi kegiatan juga terdapat pembahasan sektor peternakan melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan).
Diskusi dilakukan dengan pendekatan studi kasus yang berkaitan dengan permasalahan di masing-masing sektor. Melalui metode tersebut, para siswa diharapkan mampu memahami kondisi nyata di lapangan, mengidentifikasi tantangan, serta merumuskan alternatif solusi berdasarkan perspektif lintas sektoral.
Pemilihan instansi pemerintah daerah tersebut juga disesuaikan dengan materi pembelajaran dan program kerja Polri. Dengan demikian, para peserta dapat memperluas pemahaman mengenai hubungan antara tugas kepolisian, pelayanan publik, pembangunan ekonomi, serta upaya menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif.
Widyaiswara Sespimma Polri, Kombes Pol. Dhani Gumilar, turut menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut. Diskusi lintas sektor ini menjadi bagian dari proses pembelajaran bagi para peserta didik untuk mengembangkan wawasan kepemimpinan dan kemampuan menganalisis persoalan yang dihadapi oleh pemerintah daerah.
Sementara itu, Kasenat Sespimma Polri Angkatan ke-76, Elia Umboh, juga tercatat sebagai salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut. Keterlibatan peserta didik dan jajaran pengajar diharapkan dapat memperkuat proses pembelajaran melalui pertukaran gagasan dan pengalaman dengan instansi pemerintahan.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bandung, Dindin Syahdin, turut terlibat dalam kegiatan yang mempertemukan unsur kepolisian dan pemerintah daerah tersebut. Sektor koperasi dan UMKM menjadi salah satu bidang strategis yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi lokal, dan keberlangsungan usaha.
Melalui diskusi ini, para peserta didik memperoleh kesempatan untuk melihat secara langsung tantangan yang dihadapi perangkat daerah dalam menjalankan program pembangunan. Pertukaran perspektif antara kepolisian dan pemerintah daerah juga diharapkan dapat menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif terhadap persoalan masyarakat.
Selain memperkaya pengalaman akademis, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat sinergi lintas sektoral antara Polri dan pemerintah daerah. Kolaborasi antarlembaga dinilai penting untuk mendukung pelaksanaan program yang berorientasi pada kepentingan masyarakat serta menciptakan lingkungan usaha yang aman dan kondusif.
Melalui Kuliah Kerja Profesi ini, para siswa Sespimma Polri diharapkan tumbuh menjadi perwira yang adaptif, mampu berpikir kritis, serta bergerak cepat dalam menghadapi perubahan lingkungan strategis di wilayah penugasannya masing-masing.
Kemampuan membangun komunikasi, memahami karakteristik daerah, dan menjalin koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan juga menjadi bekal penting bagi para calon pemimpin di lingkungan Polri. Dengan pendekatan tersebut, para perwira diharapkan dapat menjalankan tugas secara profesional sekaligus mendukung penyelesaian persoalan masyarakat melalui kerja sama yang efektif.
Kegiatan diskusi lintas sektoral di Kabupaten Bandung ini menjadi salah satu upaya untuk menghubungkan pembelajaran kepemimpinan dengan kondisi nyata di lapangan. Sinergi antara Polri dan pemerintah daerah diharapkan terus berkembang demi mendukung pelayanan publik, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta terwujudnya keamanan dan ketertiban yang berkelanjutan.
Reporter : Iswadi Jati Pilar Serang
















