banner 728x250

Papmiso Berharap Harga Jual Daging Kembali Stabil Di Pasaran

  • Share
banner 468x60

BEKASI, guecikarang.co.id – Harga daging sapi yang terus mengalami kenaikan sejak dua bulan terakhir di pasaran, mulai dikeluhkan oleh para pedagang bakso di Kabupaten Bekasi. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Bambang Hariyanto Ketua Paguyuban Pedagang Mie dan Bakso (Papmiso) Kabupaten Bekasi, imbas kenaikan harga daging sapi membuat para pedagang bakso harus berpikir ekstra mensiasatinya agar tidak terus merugi.

“Iya intinya kami sebenarnya keberatan, hari ini pedagang daging juga kan sudah mengeluh dengan modalnya yang semakin hari semakin naik” ujar Bambang, Senin (28/2/2022).

banner 336x280

Padahal kata Bambang, hari raya lebaran masih cukup lama tetapi harga daging sapi terus naik dipasaran, dirinya khawatir harga daging sapi semakin parah kenaikannya jelang lebaran mendatang.

Bambang Hariyanto Ketua Papmiso Saat Diwawancarai

Bambang berharap Pemerintah mampu membenahi sistem tata kelola pemenuhan daging sapi, saat ini harga daging sapi Di Pasar Baru Cikarang, Kecamatan Cikarang Utara berkisar diharga 125 ribu hingha 130 ribu perkilo, Ia khawatir lonjakan harga akan terus dirasakan hingga hari raya lebaran, bahkan diprediksi bisa tembus harga 160 ribu perkilo gram.

“Karna Bakso ini bahan utamanya daging sapi pasti kita akan mensiasatinya, karna bahan bakunya naik, pasti dengan kualitas dan ukurannya kita kurangi, ukurannya diperkecil atau mungkin ditambah campuran sagu kita pertambah” pungkas Bambang.

Ditempat terpisah, Andi (31) salah satu pedagang daging di Pasar Baru Cikarang menuturkan, dampak dari semakin tingginya harga daging membuat dirinya harus mensiasati agar tidak terus merugi. Namun saat disinggung terkait aksi mogok, kata Andi, dirinya hanya mengikuti suplai daging yang ada beberapa hari kedepan.

“Iya kalau kita sih ngikut yang dijagalnya kalau ada pemotongan ya kita pengennya dagang, kalau gak da ya mau gak mau kita ikut libur juga” kata Andi.

Menurutnya, kenaikan harga daging sapi disebabkan oleh stok sapi yang tidak mencukupi, sehingga berpengaruh pada modal belanja yang tinggi dan tidak diimbangi kenaikan dengan harga jual yang relatif masih belum mengalami kenaikan signifikan.

“Harga modal sudah seperti menjelang lebaran, sementara kita jual masih harga biasa. Yang sebelumnya harga masih dibawah seratus karkasannya, sekarang udah seratus tujuh ribu sampai seratus sepuluh ribu, jadi udah jauh banget, sementara harga jual biasa tiga belas, makanya kadang motong satu ekor ruginya bisa sampai dua juta lebih” tuturnya.

Kenaikan harga yang terjadi sejak dua bulan terakhir, Andi terus mengalami kerugian dengan menurunnya omset penjualan, lantaran para pelanggannya mengurangi kuantitas belanja dan berganti pada komoditi lainnya.

“Harapan kita ke Pemerintah, Ya stok sapinya ini dicukupin lah, karna alasan dari bandar-bandarnya stok sapi nya yang kurang makanya harganya naik” tutupnya. (Ipang)

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.