Selamat Datang di Website Kami, Website Dengan Ribuan Pengunjung Setiap Harinya

Tim Edukasi Karhutla Sespimma Polri Tiba di Sumsel, Perkuat Sinergi Pencegahan dan Penegakan Hukum

banner 120x600

PALEMBANG — Tim Edukasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Sespimma Sespim Lemdiklat Polri tiba di Provinsi Sumatera Selatan, Jumat (28/8/2026). Kedatangan tim tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan edukasi dan penguatan upaya pencegahan karhutla di wilayah hukum Polda Sumatera Selatan.

Dua Serdik Sespimma yang tergabung dalam Satgas Edukasi Karhutla, yakni Antoni Wijaya dari Pokjar IV dan Tri Sapto Handoyono dari Pokjar V, turut mengikuti rangkaian kegiatan tersebut bersama mahasiswa STIK, Sespimma, Setukpa Lemdiklat Polri, serta personel panitia edukasi karhutla.

Rangkaian kegiatan diawali pada pukul 03.00 WIB. Tim Serdik Sespimma yang tergabung dalam Satgas Edukasi Karhutla berangkat dari Mako Sespimma menuju PTIK dan tiba sekitar pukul 07.00 WIB. Selanjutnya, pada pukul 10.00 WIB, mahasiswa PTIK, Sespimma, dan Setukpa melaksanakan apel keberangkatan menuju Polda Sumatera Selatan melalui Bandara Halim.

Setibanya di Palembang, Tim Edukasi Karhutla disambut dan dijemput oleh jajaran Polda Sumatera Selatan di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II sekitar pukul 14.15 WIB. Sebanyak 40 personel mengikuti apel pengecekan yang terdiri dari dua personel Paping, 29 personel S2-STIK, dua personel Sespimma, dan tujuh personel SIP.

Setelah proses kedatangan, seluruh anggota tim menjalani pengecekan kesehatan oleh Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sumsel. Pemeriksaan tersebut dilakukan sebagai bagian dari kesiapan personel sebelum mengikuti rangkaian kegiatan edukasi karhutla di wilayah Sumatera Selatan.

Pada sore harinya, sekitar pukul 15.30 WIB, Tim Edukasi Karhutla mengikuti acara penyambutan oleh Polda Sumatera Selatan yang dilaksanakan di Lounge Ampera Lantai 7 Gedung Presisi Mapolda Sumsel. Kegiatan tersebut dipimpin Irwasda Polda Sumsel dan dihadiri sejumlah pejabat utama serta jajaran kepolisian di wilayah Sumatera Selatan.

Turut hadir Karoops Polda Sumsel, Dir Krimsus Polda Sumsel, Dir Binmas Polda Sumsel, Dir Intelkam Polda Sumsel, Kabid Labfor Polda Sumsel, Kabid Dokkes Polda Sumsel, Wakapolres/Tabes jajaran Polda Sumsel, Kasat Binmas Polres/Tabes jajaran Polda Sumsel, serta seluruh mahasiswa STIK, Sespimma dan Setukpa Lemdiklat Polri bersama panitia edukasi karhutla.

Dalam arahannya, Irwasda Polda Sumsel menegaskan bahwa karhutla bukan sekadar persoalan kebakaran hutan dan lahan. Dampaknya dapat menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari keselamatan, kesehatan, lingkungan, perekonomian hingga aktivitas sosial. Asap kebakaran bahkan dapat menyebar jauh dari lokasi kejadian dan berpotensi menimbulkan dampak lintas wilayah.

Irwasda menekankan tiga langkah utama yang harus menjadi perhatian bersama dalam menghadapi ancaman karhutla, yakni mencegah, mendeteksi sedini mungkin, serta melakukan penindakan secara cepat dan tegas. Upaya tersebut membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah, aparat penegak hukum dan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2026 menegaskan larangan pembukaan lahan dengan cara membakar dalam kondisi risiko karhutla tinggi. Larangan tersebut mencakup kegiatan land clearing, persiapan penanaman, pembukaan lahan pertanian dan perkebunan, termasuk kegiatan yang mengatasnamakan kearifan lokal maupun pembukaan lahan secara tradisional.

Dari aspek kesehatan, asap karhutla juga menjadi perhatian serius. Paparan asap dapat menurunkan kualitas udara dan mengandung partikel halus seperti PM2.5 yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan iritasi mata dan saluran pernapasan, batuk, sesak, gangguan pernapasan, hingga memperburuk penyakit yang telah diderita sebelumnya.

Kelompok masyarakat yang rentan terhadap dampak asap karhutla antara lain anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan maupun penyakit kronis. Oleh karena itu, pencegahan karhutla dinilai menjadi langkah paling efektif untuk melindungi masyarakat dari dampak yang lebih luas.

Dalam aspek pengawasan, jajaran Polda Sumsel juga melakukan pemantauan secara langsung maupun memanfaatkan citra satelit untuk mendeteksi titik panas atau fire spot. Pemerintah daerah didorong memastikan sosialisasi dilakukan secara masif hingga tingkat desa dan kelurahan, meningkatkan patroli serta pengawasan, dan mengoptimalkan peran masyarakat dalam upaya pencegahan serta pelaporan karhutla.

Sementara itu, Dir Krimsus Polda Sumsel memaparkan perkembangan penanganan perkara karhutla selama periode 1 Mei hingga 27 Agustus 2026. Asistensi penegakan hukum karhutla dilakukan terhadap sejumlah Polres jajaran, di antaranya Polres OKI, PALI dan Banyuasin.

Penanganan perkara karhutla mencakup kasus yang melibatkan perorangan maupun korporasi. Dalam proses penegakan hukum, jajaran kepolisian melakukan pengecekan lokasi, pemeriksaan saksi, pengamanan barang bukti, pengambilan sampel, hingga pemeriksaan sarana dan prasarana penanggulangan karhutla.

Sejumlah perkara juga telah ditindaklanjuti melalui proses penyelidikan dan penyidikan, termasuk pemeriksaan atau klarifikasi saksi dan pihak perusahaan. Polisi turut melakukan uji laboratorium terhadap sampel barang bukti, melengkapi dokumen perizinan, serta berkoordinasi dengan instansi terkait dalam rangka mengungkap dan menangani perkara karhutla secara profesional.

Dari sisi pembinaan masyarakat, Dir Binmas Polda Sumsel menegaskan bahwa karhutla memiliki dampak luas terhadap masyarakat dan lingkungan. Selain merusak ekosistem, flora dan fauna, karhutla juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat serta aktivitas pendidikan, transportasi dan perekonomian.

Menurutnya, kegiatan sosialisasi tidak bertujuan untuk menakut-nakuti masyarakat, melainkan memberikan pemahaman agar masyarakat tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri, orang lain maupun lingkungan. Upaya pencegahan dilakukan melalui patroli, sambang masyarakat, penyuluhan, pemantauan, deteksi dini, ground check, serta peningkatan kesiapsiagaan masyarakat.

Masyarakat juga diajak menerapkan langkah sederhana dalam mencegah karhutla, seperti tidak membakar lahan, mengenali wilayah yang rawan kebakaran, menjaga sumber api, serta melakukan deteksi dini. Pesan yang ditekankan adalah mencegah sebelum terjadi, mendeteksi sebelum membesar dan melaporkan sebelum terlambat.

Sementara itu, Karoops Polda Sumsel menyampaikan data mengenai kondisi karhutla yang menjadi perhatian di wilayah Sumatera Selatan. Berdasarkan data yang dipaparkan dalam kegiatan tersebut, tercatat sebanyak 4.504 titik hotspot dengan luas lahan terbakar mencapai 1.131.789 hektare.

Jajaran Polda Sumsel terus mendorong edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya membakar kebun dan lahan, khususnya saat musim kemarau. Edukasi mencakup dampak terhadap kesehatan dan lingkungan serta konsekuensi hukum yang dapat ditimbulkan dari pembakaran lahan.

Masyarakat juga diajak untuk menjaga lingkungan melalui aksi nyata, termasuk tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga kelestarian hutan. Selain itu, penyebaran informasi mengenai pencegahan karhutla melalui berbagai platform media sosial dinilai penting untuk memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, Tim Edukasi Karhutla Sespimma Sespim Lemdiklat Polri bersama Polda Sumsel memperkuat komitmen untuk membangun kesadaran dan kepedulian masyarakat dalam mencegah karhutla. Sinergi antara kepolisian, pemerintah, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu memperkuat sistem pencegahan dan penanganan karhutla di Sumatera Selatan.

Pesan yang terus digaungkan dalam kegiatan tersebut adalah pentingnya menjaga Sumatera Selatan dari ancaman karhutla melalui keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Pencegahan sejak dini dinilai menjadi kunci untuk melindungi lingkungan, kesehatan masyarakat, aktivitas sosial dan ekonomi, serta keberlanjutan kehidupan generasi mendatang.

Bersama cegah karhutla, lindungi Sumatera Selatan dan jaga masa depan.

Selamat Datang di Website Kami, Website Dengan Ribuan Pengunjung Setiap Harinya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *