banner 728x250

Tiga Pemuda Babak Belur Di Aniaya Oknum Keamanan Tempat Hiburan

  • Share
banner 468x60

Kabupaten Bekasi – Hanya karena mengajak ngobrol seorang wanita di salah satu diskotik,tiga pemuda di Kabupaten Bekasi babak belur di keroyok oknum kaamanan dan waitres,tidak hanya mengalami luka parah,kendaraan roda empat yang di bawa para korban juga tidak luput di rusak para oknum pelaku di lokasi tersebut.

Peristiwa naas yang menimpa tiga pemuda tanggung bernama Muhamad rafi(27),mohamad adachi(25) dan Akrom(27)yang di ketahui merupakan warga Kampung tegal gede rt 008/ 003 desa pasir sari kecamatan cikarang selatan kabupaten bekasi,berawal saat ketiganya hendak menikmati hiburan di diskotik lu’te.

banner 336x280

Ketiga pemuda tanggung yang memang sudah biasa ke tempat tersebut awalnya melihat wanita yang di duga pekerja prilent di tempat tersebut yang langsung menyapa dan mengajaknya mengobrol.

Tanpa di sadari ketiga korban,datang satu orang laki-laki tidak di kenal yang juga pengunjung ke arah ketiganya,dan tidak lama kemudian terjadi cekcok mulut,selang tidak lama datang dari belakang beberapa orang yang di ketahui korban merupakan pihak keamanan atau scurity diskotik lu’te.

Ketiganya langsung menjadi bulan bulanan pengeroyokan yang tidak seimbang,yang berimbas korban mengalami luka sobek di bagian tangan yang mengeluarkan darah segar,tidak hanya itu wajah korban juga babak belur akibat hantaman benda tumpul para pelaku.

Selain itu dua korban juga mengalami hal yang sama, anehnya kedua teman korban yang sudah berteriak meminta ampun, bukannya berhenti mengeroyok malah semakin membabi memukuli ketiga korban.

Para pelaku yang lebih dari sepuluh orang tersebut dan di duga merupakan petugas keamanan di diskotik lu’te semakin menjadi tidak hanya menganiaya tapi juga merusak kaca spion mobil korban hingga patah.

Melihat semakin sadisnya para pelaku tersebut,korban langsung meninggalkan lokasi dan membuat laporan ke mapolsek tambun kabupaten bekasi.

“saya bersama dua teman saya datang ke diskotik lu’te untuk menikmati hiburan dan tidak ada sama sekali niat berbuat kericuhan di tempat tersebut,tapi kenapa saya dan dua teman saya malah di aniaya hingga seperti ini”rintih Muhamad Rafi yg mengalami luka robek tangan dan lebam di seluruh wajah.

“bukannya melarai cekcok mulut saya dengan tamu lainnya, malah sebaliknya mengeroyok dan menganiaya hingga saya dan dua teman saya mengalami luka parah seperti ini” Ucap rafi sambil menahan rasa sakit saat di mintai tanggapan nya di mapolsek tambun.

Rafi menambahkan kejadian terjadi di dalam diskotik dan kami di seret seolah kami seperti bukan pengunjung di tempat tersebut.

“saat di luar tepatnya di depan parkir cafe lu’te jalan infeksi kali malang desa setia darma kecamatan tambun selatan kabupaten bekasi,di situ kami bertiga menjadi bulan bulanan oknum kaamanan dan waitres”sesak Rafi.

Sementara kanit reskrim polsek tambun iptu trisno,mengaku masih melakukan penyelidikan termasuk mengambil camera CCTV yang berada di diskotik lu’te tersebut.

“kami sudah terima laporan pada korban,dan masih melakukan penyelidikan apabila memang terbukti ada pihak keamanan yang bersalah akan kami proses dan tindak” Ucapnya.

Di ketahuan diskotiik lute yang berada di jalan raya infeksi kali malang, kerap terjadi keributan antar para pengunjung namun dapat di selesaikan.

Diskotik lu’te juga pernah di tutup permanen oleh almarhum bupati bekasi eka supria atmaja, mengingat tempat tersebut sampai saat ini masih membuka hingga melewati jam waktu pengunjung,padahal saat ini kondisi kabupaten bekasi masih berada di level tiga.

Anehnya pihak pemerintah dari polisi pamong praja seolah tutup mata dengan apa yang di lakukan sejumlah tempat hiburan malam,padahal keberadaan mereka berpotensi menyebarkan wabah covid 19.

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.